Selasa, 14 Desember 2010
Download Software
Selasa, 31 Agustus 2010
Download Lagu Religi
Mari kita dapatkan hikmah dari lirik-lirik lagu tersebut.... Dan jangan lupa membeli kaset dan cd yang asli agar mereka bisa selalu berkarya dan menjadi yang lebih baik lagi...
Jumat, 12 Maret 2010
Download Tutorial dan EBook Pemrograman Gratis
Saya bagikan kepada anda secara gratis :
- Programming VB.Net
- Assembly
- A Practical Introduction To SQL
- A Introduction Modern Programming Javascript
- C++ for VB Programmers
- Coding Standard C#
- PHP Security Guide
- Secure file upload in PHP web applications
- Thingking In Java
Download Aplikasi dan Source Code VB disini...
Selasa, 17 November 2009
Download Aplikasi dan Source Code vb6
Download Aplikasi yang ada dibawah ini :
- Change Type File --> Aplikasi dan Source Codenya
- Process Viewer --> Aplikasi dan Source Codenya
- Mengganti Icon dari Executable --> Aplikasi dan Source Codenya
- Aplication Project Hotel --> Aplikasi dan Source Codenya
- Maling107 --> Aplikasi
- PING --> Aplikasi
- PING v2 --> Aplikasi
- Aplication Project Rental VCD dan DVD --> Aplikasi dan Source Codenya
- Remote Desktop --> Aplikasi dan Source Codenya
- Block Program --> Aplikasi dan Source Codenya
- Aplication Project Koperasi --> Aplikasi dan Source Codenya
- Aplication Project Apotik --> Aplikasi dan Source Codenya
Thanks...
Sabtu, 14 November 2009
Mengganti Icon dengan VB 6
Cara pembuatan program :
Cara penambahan komponen Microsoft Common Dialog Control 6.0(SP3) yaitu :
- Menu Project
- Components
- Beri tanda di Microsoft Common Dialog Control 6.0(SP3)
- Ok
Tampilan dari program yang akan kita buat; kurang lebih seperti dibawah ini :
Script di dalam form :
Private Sub Command1_Click()
Commondialog1.FileName=””
Commondialog1.Filter = "EXE Files (*.exe)|*.exe"
Commondialog1.ShowOpen
If Commondialog1.FileName <> "" Then
Text1.Text = Commondialog1.FileName
End if
End Sub
Private Sub Command2_Click()
Commondialog1.FileName=””
Commondialog1.Filter = "Icon Files (*.ico)|*.ico"
Commondialog1.ShowOpen
If Commondialog1.FileName <> "" Then
Text2.Text = Commondialog1.FileName
End if
End Sub
Private Sub Command3_Click()
Dim eRR As String
ReplaceIcons Text2.Text, Text1.Text, eRR
MsgBox "Icon Changed", , "Icon Changer"
End Sub
Rabu, 04 November 2009
Membuat Shortcut dengan VB 6
Buat form baru, masukan 2 buah CommandButton, 1 buah ListBox, 1 buah CommonDialog, dan 1 buah TextBox. Pada Command1 pada properties Caption beri nama Brows, sedangkan pada Command2 pada properties Caption beri nama Create ShortCut.
Cara penambahan komponen Microsoft Common Dialog Control 6.0(SP3) yaitu :
- Menu Project
- Components
- Beri tanda di Microsoft Common Dialog Control 6.0(SP3)
- Ok
Setelah semuanya sudah siap, sekarang tinggal memasukan scriptnya ke dalam form :
Dim WShell As Object
Dim NameExe As String
Private Sub Command1_Click()
With CommonDialog1
.FileName = "*.exe"
.ShowOpen
If .FileName = "" Then Exit Sub
If Dir(.FileName) = "" Then Exit Sub
Text1 = .FileName
NameExe = Left(.FileTitle, Len(.FileTitle) - 4)
End With
End Sub
Private Sub Command2_Click()
Dim wShortcut As Object
Dim i As Integer
If Dir(Text1) = "" Or Trim(NameExe) = "" Or List1.ListCount = -1 Then
MsgBox "Error"
Else
For i = 0 To List1.ListCount - 1
Set wShortcut = WShell.CreateShortcut(List1.List(i) & "\" & NameExe & ".lnk")
wShortcut.TargetPath = Text1
wShortcut.Save
Next
MsgBox "Shortcut telah dibuat..", , "Membuat Shortcut"
End If
End Sub
Private Sub Form_Load()
Dim temp
Set WShell = CreateObject("WScript.Shell")
List1.Clear
For Each temp In WShell.SpecialFolders
If LCase(Right(temp, 17)) = "all users\desktop" Then List1.AddItem temp
Next
End Sub
Melihat Prosess dengan VB 6
Kita bisa membuat aplikasi sederhana ini melalui Visual Basic 6, yang dimana kita hanya memasukan 1 buah form kedalam project kita. Dan satu buah ListBox dan satu buah Timer di dalam form kita.
Agak sedikit rumit script yang dibuat untuk bisa menjalankan aplikasi ini sesuai dengan yang kita inginkan. Misalnya saja, kita harus memasukan Menu Editor kedalam form. Dimana f1 sebagai File dan f2 sebagai End Process.
Bisa dibayangkan script yang akan kita buat ini, sangat memusingkan dan juga sangat susah untuk dimengerti. Mari kita mulai pembuatan script kita untuk aplikasi sederhana ini :
Di dalam form :
Private Const TH32CS_SNAPHEAPLIST = &H1
Private Const TH32CS_SNAPPROCESS = &H2
Private Const TH32CS_SNAPTHREAD = &H4
Private Const TH32CS_SNAPMODULE = &H8
Private Const TH32CS_SNAPALL = (TH32CS_SNAPHEAPLIST Or _
TH32CS_SNAPPROCESS Or _
TH32CS_SNAPTHREAD Or _
TH32CS_SNAPMODULE)
Private Const TH32CS_INHERIT = &H80000000
Private Const MAX_PATH As Integer = 260
Private Const PROCESS_QUERY_INFORMATION As Long = &H400
Private Const PROCESS_TERMINATE As Long = (&H1)
Private Type PROCESSENTRY32
dwSize As Long
cntUsage As Long
th32ProcessID As Long
th32DefaultHeapID As Long
th32ModuleID As Long
cntThreads As Long
th32ParentProcessID As Long
pcPriClassBase As Long
dwFlags As Long
szExeFile As String * MAX_PATH
End Type
Private Declare Function CreateToolhelp32Snapshot Lib "kernel32" (ByVal lFlags As _
Long, ByVal lProcessID As Long) As Long
Private Declare Function Process32First Lib "kernel32" (ByVal hSnapShot As Long, _
uProcess As PROCESSENTRY32) As Long
Private Declare Function Process32Next Lib "kernel32" (ByVal hSnapShot As Long, _
uProcess As PROCESSENTRY32) As Long
Private Declare Sub CloseHandle Lib "kernel32" (ByVal hPass As Long)
Private Declare Function TerminateProcess Lib "kernel32" (ByVal hProcess As Long, _
ByVal uExitCode As Long) As Long
Private Declare Function OpenProcess Lib "kernel32" (ByVal dwDesiredAccess As _
Long, ByVal bInheritHandle As Long, ByVal dwProcessId _
As Long) As Long
Private Declare Function GetExitCodeProcess Lib "kernel32.dll" (ByVal hProcess As _
Long, ByRef lpExitCode As Long) As Long
Dim StrFileIn As String
Dim Touch As Integer
Private Sub List1_Click()
Touch = List1.ListIndex
End Sub
Private Sub List1_MouseDown(Button As Integer, Shift As Integer, X As Single, Y As Single)
Timer1.Enabled = False
If List1.ListCount <> 0 Then
If Button = 2 Then
Me.PopupMenu f1
End If
End If
End Sub
Private Sub List1_MouseMove(Button As Integer, Shift As Integer, X As Single, Y As Single)
Timer1.Enabled = True
End Sub
Private Sub List1_MouseUp(Button As Integer, Shift As Integer, X As Single, Y As Single)
Timer1.Enabled = True
End Sub
Private Sub List1_Scroll()
Timer1.Enabled = False
End Sub
Private Sub f2_Click()
If List1.ListCount = 0 Then Exit Sub
Terminate List1.ItemData(Touch)
List1.RemoveItem Touch
List1.Refresh
End Sub
Private Sub Form_Load()
List1.Clear
Touch = 0
Call GetProcesses
End Sub
Sub GetProcesses()
Dim hSnapShot As Long, uProcess As PROCESSENTRY32
hSnapShot = CreateToolhelp32Snapshot(TH32CS_SNAPALL, 0&)
uProcess.dwSize = Len(uProcess)
r = Process32First(hSnapShot, uProcess)
Me.AutoRedraw = True
Do While r
r = Process32Next(hSnapShot, uProcess)
List1.AddItem Left$(uProcess.szExeFile, IIf(InStr(1, uProcess.szExeFile, _
Chr$(0)) > 0, InStr(1, uProcess.szExeFile, Chr$(0)) - _
1, 0))
List1.ItemData(List1.NewIndex) = uProcess.th32ProcessID
Loop
CloseHandle hSnapShot
List1.RemoveItem (0)
List1.RemoveItem (List1.ListCount - 1)
End Sub
Private Sub Form_MouseMove(Button As Integer, Shift As Integer, X As Single, Y As Single)
Timer1.Enabled = True
End Sub
Private Sub Form_Resize()
If Me.WindowState = 0 Then
Me.Height = 6270
Me.Width = 5025
End If
End Sub
Private Function Terminate(PID As Long) As Boolean
On Error Resume Next
Dim hProcess As Long
Dim lExitCode As Long
hProcess = OpenProcess(PROCESS_QUERY_INFORMATION Or _
PROCESS_TERMINATE, False, PID)
MsgBox hProcess
If GetExitCodeProcess(hProcess, lExitCode) = False Then
Terminate = False
Else
If TerminateProcess(hProcess, lExitCode) = False Then
Terminate = False
Else
Terminate = True
End If
End If
End Function
Private Sub Timer1_Timer()
List1.Clear
Call GetProcesses
End Sub
Kamis, 29 Oktober 2009
Riyadhatun Nafs (part 1)
1. Pengertian Riyadhatun Nafs
Riyadha qalbiyah (latihan rohani) sebagai langkah awal melatih hati melalui serangkaian amalan peribadatan. Sebab diri manusia telah diasuh dalam pangkuan tabiat, disusui dengan air susunya. Karena itu ia akrab dengan kelezatanna, sehingga kebangkitan menjadi sulit baginya, perjalanan menjadi mustahil, bila dapat bangkit itu merupakan mukjizat.
Riyadhatun Nafs adalah upaya atau latihan sekuat tenaga untuk menolak atau mematikan rangsangan hawa nafsu setan dengan cara-cara tertentu yaitu: Bila ingin mendapatkan dan melihat Allah SWT. dengan penglihatan tertutup (mata batin), kurangilah aktivitas kemudian mulailah berkonsentrasi kepada Allah SWT. sedikit demi sedikit yaitu:
Pertama; secara bertahap mengurangi makan, karena vitalitas wujud, nafsu setan bersumber dari makanan, bila makanan sudah dikurangi, maka kekuatan (kekuasaan) makanan itu pun akan mengecil. Dan pada tahap inilah disebut kalangan sufi sebagai proses penyucian dan pembersihan hati atau takhally.
Kedua; meninggalkan ikhtiar (praferrence) dan menyerahkan kepada seorang syekh (guru spritual) agar dia dapat memilihkan yang terbaik untukmu, seorang murid (salik) pada dasarnya seperti bayi dan orang bodoh, mereka membutuhkan seorang wali (mursyid) bertanggung jawab atas diri mereka. Dan pada tahap ini kaum sufi menyebutnya sebagai proses pengisian hati yang telah bersih atau tahally.
Ketiga; melalui tarekat (cara tertentu menuju Allah SWT). ketiga langkah ini masih sebagai latihan pembersihan hati (riyadha). Dan sasarannya yaitu menanamkan nilai kebaikan semata (tajally).
Yahya ibn adzar-Razi r.a. berkata, “perangilah nafsu anda dengan ketaatan dan riyadha (latihan rohani). Riyadha itu adalah mengurangi tidur, sedikit bicara, menanggung derita dari gangguan orang lain, dan sedikit makan. Dari kurangi tidur dihasilkan kejernihan keinginan. Dari sedikit berbicara dihasilkan keselamatan dari segala penyakit. Dengan menanggung derita akan dicapai segala tujuan. Dari sedikit makan akan dihasilkan kekerasan hati dan kehilangan cahayanya. Cahaya hikmah adalah lapar, sedangkan kenyang akan membuat jauh dari Allah SWT. sebagaiman sabda Rasulullah Saw. “terangilah kalbu kalian dengan lapar. Perangilah nafsu kalian dengan lapar dan dahaga, kekalkanlah perlindungan di pintu surga dengan lapar. Sebab, pahala di dalam hal itu adalah seperti pahala orang yang bererang di jalan Allah SWT. ketimbang lapar dan dahaga orang yang memenuhi perutnya tidak akan masuk ke kerajaan langit dan tidak merasakan manisnya ibadah.”
2. Makna Riyadhatun Nafs
Allah SWT. Berfirman kepada Musa a.s. “Wahai Musa, jika engkau menginginkan agar aku lebih dekat kepadamu daripada ucapanmu kepada lidahmu; daripada bisikan hatimu kepada kalbumu; daripada cahaya penglihatanmu kepada kedua matamu; dan daripada pendengaranmu kepada telingamu, maka perbanyaklah shalawat kepada Muhammad saw.”
Allah SWT. Berfirman “Hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. (yakni telah anda kerjakan untuk hari kiamat).”
Hendaknya diketahui, nafsu ammarah bi as-su’ (nafsu yang mengajak pada kejahatan) adalah lebih besar permusuhannya kepada anda daripada iblis. Setan hanya berani kepada anda karena hawa nafsu dan syahwat. Jangan sampai hawa nafsu anda memperdayakan anda dengan angan-angan dan tipuan. Sebab, tabiat nafsu adalah merasa aman dan lalai kepada Allah SWT., menunda-nunda perbuatan baik, dan malas. Ajakan semua itu adalah batil dan masing-masing merupakan tipuan. Jika anda senang kepadanya dan mengikuti perintahnya, niscaya anda binasa. Jika anda lupa mengawasinya, niscaya anda tenggelam didalamnya. Jika anda tidak mampu mengingkarinya dan mengikuti rayuannya, niscaya ia menggiring anda kedalam neraka. Nafsu tidak dapat dikembalikan pada kebaikan. Ia merupakan induk segala bencana dan aib. Ia adalah khazanah iblis dan tempat berlindung segala kejahatan yang tidak diketahui kecuali oleh penciptanya. Takutlah kepada Allah SWT. adalah Mahatahu terhadap apa yang anda kerjakan, baik berupa kebajikan maupun kejahatan.
Diriwayatkan, Malik ibn Dinar berjalan-jalan dipasar Basrah. Lalu, ia melihat buah tin dan sangat menginginkannya. Ia pun melepaskan sandalnya dan memberikannya kepada kepada tukang sayur, lalu berkata, “berikan kepada saya buah tin itu.”. melihat sandal itu, tukang sayur berkata, “Nilai sandal ini tidak sebanding sedikitpun dengan harga buah tin.”. Malik pun pergi. Lalu, seseorang bertanya kepada tukang sayur, “tidakkah anda mengenali siapa orang itu ?.”. Tidak jawabnya. “Ia adalah Malik ibn Dinar, “orang itu memberikan penjelasan. Tukang sayur itu pun memberi sepiring buah tin yang dibawa diatas kepala budaknya. Ia berkata kepada budaknya, “jika ia menerima ini darimu, kamu merdeka.”. lalu, budak itu berlari mengejar Malik ibn Dinar. Budak itu berkata kepada Malik, “terimalah ini dari saya.”. Akan tetapi, Malik menolak. Lalu, budak itu berkata lagi, “terimalah ini dari saya, sebab disitu terdapat kemerdekaan saya.”. “Jika disitu terdapat kemerdekaanmu, disitu pula terdapat azab untukku “ kata Malik ibn Dinar kepada budak itu. Budak itu terus mendesaknya. Malik lantas berkata, “aku telah bersumpah untuk tidak menjual agama dengan buah tin dan tidak memakan buah tin hingga hari kiamat,”.
Dikisahkan, Malik ibn Dinar jatuh sakit. Sakit itulah yang menyebabkan kematiannya. Sebelumnya, ia sangat menginginkan segelas madu dan susu untuk dicelupkan padanya roti panas. Lantas, pelayannya datang membawa apa yang diinginkannya. Malik ibn Dinar berkata, “duhai diri engkau telah bersabar selama 30 tahun dan tersiksa umurnya sesaat.”. kemudian ia melemparkan gelas yang ada ditangannya. Menahan nafsunya, dan kemudian meninggal dunia. Demikian keadaan para nabi, para wali, para shiddiqun, para pecinta Allah SWT. dan orang-orang zuhud.
Sulayman ibn Dawud a.s. berkata,”orang yang mengalahkan nafsunya lebih kuat daripada orang yang menaklukan satu kota.”
Ali ibn Abi Thalib berkata, “aku dan nafsuku hanyalah seperti pengembala domba. Setiap kali ia mengmpulkan domba-domba disatu sisi, maka domba-domba itu berpencar ke sisi yang lain. Barangsiapa yang mengendalikan hawa nafsunya, ia dibungkus dengan kain kafan Rahmat Allah SWT. dan dikubur didalam tanah kemuliaan. Sebaliknya, barangsiapa yang melalaikan kalbunya, ia dibungkus dengan kain kafan laknat dan dikubur didalam siksaan,”.
Penulis :
HADARAH RAJAB
Diketik ulang :
RAHIM PULUNGAN
Download Artikel Ahlak Sufi disini
Riyadhatun Nafs (part 2)
3. Taubat dan Hakekatnya
Dalam perjalanan menuju Allah SWT. (zuluk, tariqah) terdapat beberapa tingkatan atau maqam. Setiap tingkatan dicapai melalui taubat terlebih dahulu. Cara bertaubat dapat dipelajari dari orang-orang yang mengetahui bagaimana taubat itu dilakukan. Dan orang yang diminta petunjuk tentang cara-cara bertaubat harus tergolong orang yang selalu bertaubat. Taubat yang benar adalah langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum memulai berjalan menuju Allah SWT. Friman-Nya : “Ketika orang-orang kafir menanamkan kekosongan dalam batin mereka, yaitu kekosongan jahiliyah, kemudian Allah SWT. merupakan ketengan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mu’min dan Allah SWT. mewajibkan kepada mereka kalimat taqwa, dan mereka berhak dengan hakikat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah SWT. Mahamengetahui segala sesuatu”.
Hati harus terlebih dahulu dibersihkan dari segala yang mengganggu. Pengganggu hati yang pertama adalah tuntutan dalam diri terhadap kebendaan dan keinginan hawa nafsu. Dialah yang selalu mencemarkan hati. Apbila hati telah bersih, niscaya manusia akan mencari jalan menuju kepada Allah SWT. ketika itu hatinya akan dipenuhi dengan takut kepada Allah SWT., takwanya akan terlihat dari segala gerak-geriknya, karena katakutannya itu telah menariknya dekat kepada Allah SWT. Kini ia akan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik saja. Apabila hatinya teringat pada perbuatan yang jahat, tentu sifat takutnya akan menghalngi dan mengingatkannya tentang balasan Allah SWT. dalam keadaan seperti inilah taubatnya akan berkesan dan kemudian menjadi tawbatan nasuha.
Mukmin itu harus meninggalkan tabiat yang terdahulu dan bergerak kearah Tuhannya. Selagi dia mengikuti jalan yang biasa, yakni jalan tabiatnya yang dahulu, niscaya dia akan terjerumus kedalam pengaruh-pengaruh negatif yang akan mencelakakannya. Dia akan kembali berbuat dosa dan kesalahanyang sudah biasa ia lakukan, karena tabiat sudah melekat pada dirinya. Dosa yang terus-menerus dilakukan itu melanggar perintah syari’at, dan perintah syari’at juga merupakan perintah Allah SWT.
Shalat adalah menghadirkan diri kepada di hadapan Allah SWT. Bersuci dan berada dalam keadaan suci merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan sebelum melaksanakan ibadah shalat. Orang yang bijaksana mengetahui bahwa kebersihan secara zahir saja tidak cukup. Allah SWT. melihat jauh kedalam hati (jiwa dan ruh) manusia. Dan hati perlu disucikan. Penyucian dilakukan dengan salah satu jalan adalah bertaubat, adapun cara bertaubat hanya dalam keadaan suci, shalat yang kita lakukan akan diterima Allah SWT.
Allah SWT. berfirman :”Dan bertaubatlah (kembalilah) kepada Allah SWT. wahai orang-orang yang beriman sekalian, mudah-mudahan kamu akan beruntung.” Dan Allah SWT. juga berfirman :”Inilah yang dijanjikan kepadamu, yaitu bagi setiap hamba yang selalu kembali bertaubat (bertaubat sebenarnya kepada Allah SWT) lagi memelihara (semua peraturan-peraturannya)”.
4. Sabar dan Hakekatnya
Pengertian sabar. Menurut pendapat kaum sufi; sabar merupakan media yang paling ampuh dalam memberikan terapi pada penyakit jiwa, sabar buat si penderita itu menjadi obat jiwa. Seperti yang dikatakan oleh Hamdan al-Qishar, “Seseornag tidak akan mengeluh atas musibah kecuali yang menuduh Rabb-nya,”. Allah SWT. berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, sabarlah kalian dan saling bersabarlah.”
Alquran mengajak orang-orang mukmin untuk menghiasi diri dengan sabar karena didalamnya terdapat faedah yang besar dalam mendidik jiwa dan memperkuat pribadi (jati diri), menambah kemampuan seseorang memikul kesulitan, menghadapi problematika hidup dan bebannya, benda-benda zaman dan musibah-musibahnya dan untuk membangkitkan kemampuan-kemampuan untuk melanjutkan perjuangan dalam meninggikan kalimat Allah SWT. firman-Nya, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Dan sesungguhnya orang demikian itu sungguh berat, kecuali orang-orang yang khusyu’”. Demikian pula firman Allah SWT. “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga(diperbatasan negerimu) dan bertawaklah kepada Allah SWT. supaya kamu beruntung”.
Orang mukmin yang sabar tidak merasa sakit saat memjumpai rasa sakit, tidak lemah, dan tidak pla jatuh jika menderita akan musibah-musibah zaman dan bencana-bencananya, karena Allah SWT. telah memerintahnya dengan bersabar dan memberitahunya bahwa apa yang menimpanya dalam kehidupannya didunia hanyalah ujian dan cobaan dari Allah SWT. guna mengetahui orang-orang yang sabar diantara kita.
Firman Allah SWT. “Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik-buruknya) hal ihwal”.
Firman Allah SWT. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengatakan “Inna Lillahi Wa Inna Illahi Raji’un.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”.
Hakekat Sabar
Allah SWT. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungghunya Allah SWT. beserta orang-orang yang sabar”.
Kesabaran itu ada 3 yaitu; sabar dalam ketaatan kepada Allah SWT; sabar terhadap hal-hal yang diharamkan Allah SWT; serta sabar atas musibah dan ketika mendapat goncangan jiwa. Yang terakhir inilah yang paling utama.
Diriwayatkan dari Nabi Saw. bahwa beliau bersabda. “Allah SWT. berfirman: “Tidak ada hamba yang ditimpa bencana lalu bergantung pada-Ku, melainkan Aku memberinya sebelum ia memohon kepada-Ku, dan aku mengabulkannya sebelum ia berdoa kepada-Ku. Tidak ada hamba yang ditimpa bencana lalu bergantung pada mahluk selain Aku, melainkan Aku menutupkan baginya pintu-pintu langit.”
Al-Junayd al-Baghdadi r.a. berkata, “Bencana adalah pelita para ‘Arif, pengingat para murid, kebaikan bagi kaum Mukmin, dan kebinasaan bagi orang-orang yang lalai. Seseorang tidak merasakan manisnya keimanan sebelum ditimpakan kepadanya bencana, sementara ia merasa senang dan bersabar.”
Oleh karena itu, kedudukan sabar bagi manusia seperti kedudukan kepala bagi tubuh, tidak dikatakan beriman orang yang tidak sabar, seperti halnya tidak disebut tubuh bagi orang yang tidak punya kepala.
Rasulullah SAW. bahwa Allah SWT. berfirman,”Jika kamu melihat seorang hamba Allah SWT. yang tertimpa musibah pada tubuh, harta benda, atau anaknya, kemudian dia menghadapinya dengan kesabaran, maka Aku (kata Allah SWT.) akan membebaskannya dari timbangan amal dan penghakiman di hari akhirat.”
Penulis :
HADARAH RAJAB
Diketik ulang :
RAHIM PULUNGAN
Download Artikel Ahlak Sufi disini